Profil Pusat Teknologi Lingkungan

Buku Profil Lengkap PTL

 

     
 

RESOLUSI 2019
DIREKTUR PUSAT TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Para pembaca dan pemerhati website Pusat Teknologi Lingkungan, saya selaku Direktur Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019 semoga semua harapan dan keinginan yang dicita-citakan akan dapat tercapai di tahun ini.

Dengan semangat dan kerja keras, PTL telah melewati berbagai tantangan di tahun 2018 lalu. Berbagai layanan, inovasi dan kreasi telah dihasilkan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang menjadi salah satu tujuan dalam dokumen Sustainable Development Goals (SDGs). Dokumen ini mencakup 17 tujuan dengan 169 capaian untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, diantaranya adalah tujuan SDGs ke 6: menjamin akses air bersih dan sanitasi yang layak, dan tujuan SDGs ke 9: infrastruktur yang kuat, industrialisasi berkelanjutan dan inovasi.

Untuk mendukung pencapaian kedua tujuan SDGs ini, pada tahun 2018 dan tahun-tahun sebelumnya PTL telah berkontribusi dalam pembangunan pilot project Instalasi Pengolahan Air siap minum bagi masyarakat yang ditempatkan diberbagai lokasi di Indonesia. Pembangunan pilot project ini sekaligus mendukung pencapaian RPJMN 2015-2019 yakni tercapainya 100% akses air minum yang layak bagi masyarakat. PTL juga telah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baik untuk industri maupun perkantoran menggunakan teknologi unggulan BPPT di beberapa lokasi, serta pilot project pemantauan kualitas lingkungan air dan udara perkotaan.

Selain itu, PTL juga telah melaksanakan beberapa aktivitas kaji terap lainnya dalam bidang teknologi lingkungan. Berbagai inovasi baru dalam bidang teknologi lingkungan juga telah diraih PTL pada tahun lalu, dari yang paling besar yaitu pembangunan Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), inovasi unit pengolah air siap minum bergerak (Mobile Arsinum) hingga inovasi teknologi pengolahan air siap minum yang kaya akan sentuhan IT (ARSINUMLite). Pembangunan PLTSa merupakan metoda alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah perkotaan melalui pemusnahan sampah secara cepat, signifikan dan ramah lingkungan. Pembangunan ini telah dilaksanakan sejak tahun lalu dan akan mulai dioperasikan pada tahun 2019 ini. Demikian halnya inovasi Mobile ARSINUM, telah diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya dalam membantu penyediaan air minum bagi masyarakat terdampak gempa di Lombok dan Palu melalui kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Teknologi BPPT.

Dengan dukungan 100 sumber daya manusia yang kompeten dalam berbagai bidang keahlian, terdiri dari para peneliti, perekayasa dan fungsional lainnya. Pada tahun 2019, PTL berkomitmen untuk terus "berlari mengejar prestasi" melalui hilirisasi inovasi, teknologi, serta layanan untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama PTL dalam upaya pencapaian tujuan di tahun 2019 maupun di tahun-tahun mendatang.

Terakhir, saya mengucapkan selamat mengawali aktifitas 2019 kepada semua pembaca, semoga Alloh SWT, Tuhan yang Maha Kuasa selalu meridhoi kita semua. Amiin.


Jakarta, Januari 2019

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan

Dr. Ir. Rudi Nugroho, M.Eng







Pusat Teknologi Lingkungan memiliki visi dan misi, yaitu :

Visi : Menjadi pusat unggulan teknologi yang mengutamakan inovasi dan layanan teknologi untuk meningkatkan daya saing industri dan kemandirian bangsa.

Misi : Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi yang menghasilkan inovasi dan layanan teknologi di bidang lingkungan.

Berdasarkan Peraturan Kepala BPPT No. Nomor 009 Tahun 2015, Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPPT tertanggal 27 Oktober 2015, pada Bab VI, Bagian Keenam pasal 114 dan pasal 115 disebutkan bahwa tugas dan fungsi Pusat Teknologi Lingkungan adalah :

Tugas : melaksanakan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi lingkungan

Fungsi :

  1. Pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi pengendalian pencemaran lingkungan;

  2. Pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi konservasi dan pemulihan kualitas lingkungan;

  3. Pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang tata kelola lingkungan;

  4. Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknologi lingkungan; dan

  5. Pelaksanaan perencanaan, monitoring, evaluasi program dan anggaran di Pusat Teknologi Lingkungan.

Tujuan strategis Pusat Teknologi Lingkungan yang mendukung tujuan strategis BPPT adalah meningkatkan daya saing industri dan kemandirian bangsa di bidang teknologi lingkungan, kebencanaan, pengelolaan dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Sedangkan tujuan yang mendukung program kedeputian adalah peningkatan daya saing industri dan kemandirian bangsa di bidang teknologi lingkungan

 

Struktur Organisasi :

 

Berdasarkan Peraturan Kepala BPPT Nomor 009 Tahun 2015, Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPPT tertanggal 27 Oktober 2015, pada Bab VI, pasal 116 dan 117 bahwa Pusat Teknologi Lingkungan terdiri dari atas :

  1. Bagian Program dan Anggaran

  2. Kelompok Jabatan Fungsional : Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Konservasi dan Pemulihan Lingkungan, serta Tata Kelola Lingkungan

 

 
 

Struktur Organisasi STKK dan Internal PTL :
 

Kepala Program

 

- Chief Engineer

   - Co. Cief Engineer 1

   - Co. Cief Engineer 2

 

- Program Manager

   - Co. Program Manager 1

   - Co. Program Manager 2

 

- Kelompok Jabatan Fungsional

  - Koordinator Fungsional Pengendalian Pencemaran Lingkungan

  - Koordinator Fungsional Konservasi dan Pemulihan Lingkungan

  - Koordinator Fungsional Tata Kelola Lingkungan

 

- Tim Perubahan Reformasi Birokrasi PTL

  - Anggota tim 1

  - Anggota tim 2

  - Anggota tim 3

 

- Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi PTL

  - Pelaksana tim 1

  - Pelaksana tim 2

 

- Tim Pelaksana Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

  - Pelaksana tim 1

  - Pelaksana tim 2

 

- Tim Rencana Strategis PTL

  - Anggota tim 1

  - Anggota tim 2

 

 
 

Sumber Daya Manusia :
 

Pusat Teknologi Lingkungan memiliki jumlah personel 74 orang dengan komposisi pegawai seperti data di bawah ini yang dikelola dalam database SDM PTL.

 

 

Komposisi jabatan fungsional :

  • Fungsional Peneliti 23 orang

    • Ahli peneliti utama 6 orang

    • Peneliti utama 4 orang

    • Peneliti madya 12 orang

    • Peneliti muda 1 orang

  • Fungsional Perekayasa 21 orang

    • Prekayasa utama 3 orang

    • Perekayasa madya 10 orang

    • Perekayasa muda 3 orang

    • Perekayasa pertama 5 orang

  • Fungsional Pedal : 4 orang

    • Pedal ahli madya 1 orang

    • Pedal muda 1 orang

    • Pedal pertama 2 orang

  • Fungsional Analisi Kebijakan 1 orang

  • Fungsional Litkayasa : 3 orang

  • Fungsional Umum : 22 orang

Kompisisi jenjang pendidikan :

  • Pendidikan S3 berjumah 8 orang

  • Pendidikan S2 berjumah 25 orang

  • Pendidikan S1 berjumah 31 orang

  • Pendidikan SLA berjumah  4 orang

 

Lingkup Kegiatan :
 

 
 

1. Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan

  • Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair

  • Teknologi Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat

  • Teknologi Pengelolaan Sumber Polusi Udara

 
 

2. Teknologi Konservasi dan Pemulihan Kualitas Lingkungan

  • Teknologi Pemulihan Kualitas Lingkungan Lahan

  • Teknologi Pengelolaan Kualitas Perairan

  • Teknologi Pengelolaan Kualitas Udara

  • Teknologi Pemantauan Lingkungan (teknologi Bio Monitoring)

 
 

3. Tata Kelola Lingkungan

  • Teknologi Produksi Bersih

  • Teknologi Simulasi Model dan Standarisasi Lingkungan

  • Pembuatan dan Penerapan Konsep Eco Disain

 
 

Pengalaman Kerja Sama :

  1. PT. Kaltim Prima Coal (KPC), 2008 : Studi Pemanfaatan Air Kolam (Void Water) pasca tambang PT.KPC Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Kaltim

  2. Direktorat Jenderal Cipta Karya, 2008 : Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sistem Pengelolaan Sampah

  3. Pemerintah kota Probolinggo, 2008 : Pengelolaan Sampah Kota Probolinggo

  4. EU-Asia Pro Eco Phase II, GTZ (Jerman), IVAM (Belanda), BAPPEDALDA Jawa Tengah P3BD dan UBAYA Surabaya, 2007 : Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Yang Tinggal di Dalam dan Sekitar Kawasan Industri

  5. Ecotopia Science Institute Nagoya University, 2006 : Transfer of Knowledge dan peningkatan kualitas SDM serta energi

  6. Departemen Pekerjaan Umum,2008 : Pemanfaatan Teknologi Dalam Mendukung Penyelenggaraan Infrastruktur

  7. LAPAN, 2005: Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pemantauan Lingkungan

  8. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Pengelolaan Sampah,Eco Park, Peningkatan Kualitas Kali Cideng.

  9. BPLHD Provinsi DKI Jakarta

  10. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta

  11. Pemerintah Kota Denpasar, Bali

  12. Pemda Tangerang, Provinsi Banten

  13. Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat

  14. Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat

  15. Pemerintah Kabupaten Pangkajene Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan

  16. Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemkab Sleman, DIY

  17. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

  18. Pemerintah Provinsi Jawa Barat : Penataan DAS Citarum

  19. Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

  20. University EHIME Jepang

  21. Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

  22. Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah

  23. Bapedalda DI Yogyakarta

  24. Bappeda NTB: Penyusunan Rencana induk Pengembangan Kapet (RIK) Bima

  25. Bapedalda Provinsi NTT

  26. Bappeda Kabupaten Pemalang

  27. Pemda Batang Hari, Provinsi Jambi

  28. Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan

  29. Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

  30. Pemerintah Daerah Magetan, Jawa Timur

  31. Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

  32. Pemda Muaro Jambi, Provinsi Jambi

  33. BioTechnology Indonesia-Jerman (BTIG)

  34. Pemda Pangkoh, Provinsi Kalimantan Tengah

  35. Pemerintah Provinsi Lampung

  36. Pemerintah Provinsi Gorontalo

  37. Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur

 
 

Fasilitas :

  1. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saat ini dipergunakan sebagai unit untuk mengolah air limbah yang keluar dari perkantoran BPPT. Kedepan prototype ini dipergunakan sebagai percontohan bagi perkantoran untuk mellaksanakan pengolahan air limbahnya.

  2. Tempat pengelolaan sampah 3R. Prototype ini dipergunakan untuk mengelola sampah organik, daun daun menjadi kompos. Selain itu juga dipergunakan untuk pemilahan berbagai jenis sampah. Prototype ini dipergunakan sebagai percontohan bagi masyarakat luas dalam pengelolaan sampahnya. 

  3. Prototype Penyerapan CO2 dengan Mikroalga. Saat ini dipasang di lokasi perkantoran BPPT untuk percontohan aksi mengurangi perubahan iklim. Prototype ini sebagai percontohan dalam mengurangi CO2 di Industri maupun di lingkungan. 

  4. Protorype Pengolahan Air Siap minum. Ini merupakan contoh bagaimana mengatasi permasalahan air minum di daerah daerah yang secara kualitas mengalami krisis air.

  5. Laboratorium kerja / workshop kering dan basah yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan litbang dan kerekayasaan lingkungan.

  6. Data center untuk mengelola situs informasi web PTL, database sumberdaya air, database teknologi lingkungan dan database online monitoring kualitas air.