LAPORAN MINGGUAN

PUSAT TEKNOLOGI LINGKUNGAN

 

Jakarta, 30 November 2018

 

 

  1. HAL BARU/PENTING :

LAPORAN KUNJUNGAN KE JENEWA SWISS

 

Pada tanggal 19-23 November 2018, Direktur PTL bersama rombongan menghadiri konferensi dunia (COP2) minamata di Jenewa Swiss. Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 120 negara negara di dunia. Konferensi ini membahas tata kelola Merkuri yang akan diadop oleh negara negara di dunia yang telah melakukan ratifikasi.

 

Sebagaimana diketahui, merkuri merupakan bahan kimia yang berbahaya yang bila masuk ke mahluk hidup baik itu tumbuhan hewan maupun manusia, akan terakumulasi tidak bisa terurai. Pada level tertentu, merkuri akan menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal, bahkan sampai menimbulkan cacat fisik seperti kejadian di Minamata jepang sekitar tahun 1960 an. Oleh karena itu dunia sudah seharusnya memberikan perhatian yang lebih terhadap tata kelola merkuri.Ada beberapa topik yang di bahas pada konferensi minamata COP2 tersebut, yakni Baku mutu merkuri, penggunaan merkuri dan potensi limbahnya, Penyimpanan/handling merkuri, Teknologi pengelolaan, Pendanaan untuk capacity building serta sistem pelaporan.  Dari topik topik tersebut, sidang merumuskan dan mengesahkan untuk guidlinenya.

 

Pada kesempatan COP 2 ini delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Jendral Sampah dan B3 KLHK Ibu Vivien Rosa telah berperan aktif dalam konferensi yakni membuka booth pameran aktifitas pengelolaan merkuri serta menyampaikan pandangan dan posisi Indonesia dalam Pengelolaan Merkuri pada sidang sidang yang dilakukan. Pada prinsipnya Indonesia sangat mendukung yang dihasilkan oleh COP2. Indonesia menyampaikan bahwa telah melakukan berbagai upaya untuk pengelolaan merkuri. Indonesia telah melakukan inovasi perngolahan tambang emas tanpa merkuri, membuat desain tempat untuk penyimpanan merkuri yang aman dan minim pencemaran yang keduanya merupakan inovasi dari BPPT Indonesia Dalam hal ini Prof. Imam Prasojo, pada sesi paralel melakukan pemaparan tentang upaya Indonesia dalam melakukan transformasi aktifitas penambangan emas skala kecil yang dicontohkan di Banyumas. Penambangan emas ini yang berpotensi merkuri yang digunakan mencemari lingkungan

Hadir dalam COP 2 dari unsur pemerintah Indonesia yakni dari BPPT, KLHK, Kemenko Perekonomian, Kemenkomar, Kemendag, Kemenlu dan Kemen ESDM yang berjumlah sekitar 25 orang. Dari BPPT  dipimpin oleh PLT Ka BPPT, diikuti Deputi TPSA, Direktur PTPSM, Direktur PTL, Ka Biro Umum serta Ka. Pusyantek. Pada COP 2 ini juga telah dilakukan pemilihan presiden COP3 yakni terpilih dari Zambia. COP3 akan dilakukan di Jenewa lagi tahun 2019

 

Foto : Delegasi BPPT untuk COP2 minamata

 

Foto: Di depan Gedung Perserikatan Bangsa Bangsa Jenewa Swiss

 

Foto : Delegasi Indonesia dari berbagai Kementerian Lembaga, briefing sebelum memasuki ruang sidang

 

Foto: Delegasi Indonesia dalam ruang Sidang COP2

 

Foto : Suasana Ruang Sidang COP2 Minamata

 

 

  1. Kegiatan lain :

2.1    Kegiatan Evaluasi Latsar CPNS

Pada tangga 29 November 2018,  Arif Dwi Santoso mendampingi 3 staf CPNS PTL (Irwan Kustianto, Agus Salim dan Muhammad Haqqi) untuk melaksanakan kegiatan paparan hasil aktualisasi Latsar CPNS di Ciawi Bogor.  Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari Latsar CPNS yg mewajibkan setiap peserta u menyusun dan melaksanakan sebuah kegiatan dlm periode 80 hari u mengimplementasikan nilai dasar profesi seorang ASN yg akuntabilitas, nasionalisme, jujur, visioner, dan beberapa sifat baik lainnya. Acara paparan berlangsung tertutup, bergiliran, dihadiri oleh 1 orang pembimbing, 1 orang penguji dan mentor. Tahapan rancangan aktualisasi itu sendiri dimulai dari keg identifikasi dan prioritas masalah, strategi  pemecahan masalah, rancangan kegiatan dan aksi. Topik-topik yg diusung oleh CPNS PTL adalah Irwan merencanakan digitasi data u penilaian pegawai, Salim merancang sistem informasi web site sedangkan Haqqi menyusun manajerial publikasi ptl salah satunya sebagai input web site PTL. Untuk menyelesaikan topik-topik tersebut, para CPNS mendapatkan bimbingan langsung dari pak Heru DW, dan selama program telah dilakukan 2x paparan progres kegiatan dengan melibatkan panelis dr fungsional utama PTL prof. Titin dan Ibu Amita. Alhamdulillah, para CPNS dapat memaparkan kegiatan aktualisasi nya dengan menyampaikan evident yang meyakinkan pembimbing dan pengujinya. Harapan dari para pembimbing dan penguji pada para CPNS adalah nilai-nilai dasar profesi ASN hendaknya dipakai dan diterapkan terus saat bekerja. Sementara dari mentor menyatakan akan mengakomodasi agar rancangan aktualisasi para CPNS ini dapat diperbaiki kekurangan 2 yang ada agar dapat diterapkan di unit kerja PTL. Masih ada 2 CPNS PTL lagi (Karina & Priska) yg akan memaparkan hasil aktualisasinya pada Minggu depan di tempat yg sama

 

Kegiatan evaluasi Latsar CPNS di Intern PTL dengan melibatkan fungsional utama PTL

 

Foto peserta latsar CPNS bersama penguji, coach dan mentor

 

Suasana evaluasi Latsar CPNS

 

 

 

2.2    Kegiatan Sosialisasi Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Biro Perencanaan dan Keuangan yang bertujuan untuk menyampaikan updating kebijakan lembaga dalam rangka penyusunan LKIP. Pada kesempatan ini disampaikan bahwa penilaian LKIP didasarkan pada Penkin yang telah disepakati. Adapun perubahan-perubahan terhadap Penkin pada akhir tahun sudah tidak memungkinkan. Selain itu pada TA 2019, Rorenkeu akan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Evaluasi Kinerja (SISPEKIN). Aplikasi ini diharapkan mampu mengakomodir beberapa laporan evaluasi capaian unit kerja secara terintegrasi, sehingga memudahkan pelaporan unit kerja (all in one). SISPEKIN saat ini masih dalam tahap pengembangan, mulai tahun depan diterapkan untuk evaluasi capaian UK secara berkala (misal; bulanan, triwulanan). Penyusunan LKIP lembaga diharapkan pada bulan Desember dapat terlaksana, sedangkan pada level Es 1 dan Es 2 menyesuaikan.

 

Kegiatan sisialisasi Penyusunan LKIP

 

 

2.3    Kegiatan Rapat Koordinasi Penjajakan Kerjasama dengan Toyobo Eng.

Pada tanggal 29 November 2018, PTL mengadakan pertemuan dengan TOYOBO Engineering di Gedung Geostech, Kawasan Puspiptek, Serpong. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Mitsubishi UFJ Research Consulting serta perwakilan dari beberapa perusahaan EPC. Tujuan dari pertemuan adalah membahas hasil analisis sampel air laut dari Pasaman Barat dan Pesisir Selatan sebagai bagian dari kegiatan Feasibility Study (FS) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Agenda pertemuan yang lain adalah mendengarkan presentasi dari beberapa perusahaan EPC yang berpengalaman dalam pengolahan air laut menjadi air siap minum dengan SWRO. Dari beberapa perusahaan tersebut akan dipilih satu perusahaan yang direkomendasikan oleh BPPT untuk menjadi mitra TOYOBO Engineering dalam mengembangkan  sistem SWRO untuk daerah pesisir yang terpencil di Indonesia.

 

Rapat Koordinasi dengan Toyobo Eng.

 

 

2.4    Kegiatan Seminar Aquatica Asia dan Indoaqua 2018

Dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan Aquatica Asia dan Indoaqua 2018 maka Majalah Info Akuakultur bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Seminar Nasional Outlook Penyakit Ikan dan Udang 2019 yang diselenggarakan pada hari Kamis,  29 November 2018, bertempat di Gedung Niaga Jakarta International Expo, Kemayoran. Pada seminar nasional tersebut ditampilkan 4 orang pembicara, dimana 2 diantaranya adalah staf Pusat Teknologi Lingkungan BPPT dan 2 lainnya dari industri perikanan dan perguruan tinggi. Pada kesempatan tersebut, Ir. Heru D.W., M.T. menyampaikan tema berjudul “Pengembangan Monitoring Kualitas Air dengan Sistem Online untuk Mendukung Industri Akuakultur Indonesia”, sedangkan tema yang disampaikan oleh Dr.rer.nat. Rahmania Admirasari, M.Sc. berjudul: “Kultivasi Mikroalga Skala Massal: Sumber Nutrisi bagi Kegiatan Akuakultur dan Aplikasinya bagi Lingkungan”. Kedua tema yang disampaikan tersebut melengkapi tema yang disampaikan oleh kedua pembicara lainnya, yaitu tentang perkembangan dan outlook ikan dan udang di kegiatan industri perikanan di Indonesia.

 

Ir. Heru Dwi W., M.T. sedang mempresentasikan topik tentang aplikasi onlimo

 

Dr. Rahmania Admirasari, M.Sc. sedang mempresentasikan topik tentang mikroalga sebagai sumber nutrisi bagi akuakultur

 

 

2.5    Kegiatan Audit Teknologi Aset Produksi Vaksin Flu Burung

Pada tanggal 27 November – 1 Desember 2018 telah dilakukan rangkaian kegiatan audit teknologi aset produksi vaksi flu burung. Kegiatan audit ini merupakan kegiatan Kemenkes bekerjasama dengan Pusyantek BPPT, dimana koordinator kegiatan adalah PSAT-PKT. Anggota Tim kegiatan ini terdiri dari 30 orang yang berasal dari berbagai unit kerja teknis di BPPT, antara lain PSAT, PTFM, PPIPE, Balai Biotek, PTE, PTA, PTB, PTL, dll. Pada kegiatan ini, audit teknologi dilakukan pada sekitar 12 ribu aset yg terdiri dari ratusan jenis alat utk produksi, Laboratorium, utilitas dan penunjang kegiatan produksi vaksin flu burung yang diadakan mulai tahun 2007 sd 2010 tapi dihentikan tahun 2012 karena terkena kasus pelanggaran hukum dalam anggaran pengadaannya.

Sekarang pihak Kemenkes ingin mengaudit status aset tersebut supaya laporan keuangan mereka bisa berubah dari WDP menjadi WTP. Aset tersebut berlokasi di Biofarma Pasteur dan Cisarua serta gudang di Buah Batu, Bandung. Setelah dilakukan audit aset berupa uji visual fisik dan pihak uji fungsi terhadap berbagai aset alat tersebut, Tim BPPT akan menentukan dan memberikan rekomendasi status aset itu apakah masih layak pakai atau discrap, dan apakah akan dilanjutkan untuk proyek berikutnya oleh Kemenkes atau dihibahkan ke BUMN untuk kegiatan lainnya yang bermanfaat.

Foto-foto kegiatan audit teknologi aset produksi vaksin

 

 

 

 

2.6    Kegiatan survey dan sampling limbah organik dan tanah rawan longsor

Tanggal 30 November 2018, telah dilakukan survey dan sampling limbah organik dan tanah rawan longsor di Kabupaten Sukabumi dari kegiatan insinas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Biogeoteknik untuk Penguatan StrukturTanah (koordinator Dr. Aflakur Ridho, MSc). Kegiatan yg dilaksanakan antara lain:

  1. Kunjungan ke PT Indolakto untuk sampling limbah organik baik cair maupun padat (sludge), dan survey ke waste water treatment site. Limbah yang diambil akan dimanfaatkan untuk media perbanyakan mikroba.

  2. Kunjungan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Sukabumi, diterima oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Drs. Agus Muharam, MSi. Berdasarkan laporan data BPBD, Kab. Sukabumi merupakan daerah rawan bencana ke 3 di Indonesia, hal ini karena Kab. Sukabumi dilalui oleh sesar Cimandiri dan diapit oleh 2 gunung yaitu Gunung Salak dan G. Gede Pangrango. Hampir semua kecamatan merupakan daerah rawan longsor. Data thn 2018 sampai bulan Oktober, terjadi 353 bencana longsor dr total 724 bencana di Kab. Sukabumi.

  3. Telah dilaksanakan sampling tanah di daerah rawan longsor, senanyak 3 titik yaitu di Kec. Cibadak 2 titik (salah satu titik baru terjadi bencana longsor) dan di Kec. Parungkuda 1 titik. Tanah yg disampling akan digunakan untuk percobaan aplikasi biogrouting dan untuk tanah kapur akan diisolasi mikrobanya.

    Kegiatan survey limbah organik

     

    Kegiatan survey tanah rawan longsor

 

2.7    Kegiatan Rapat Pembahasan Kegiatan Kerjasama FBR dengan Pertamina Tahun 2019

 

Tanggal 30 November 2018, telah dilakukan rapat pembahasan kegiatan kerjasama operasional FBR 5.000 liter dengan Pertamina. Hadir dalam rapat tersebut anggota tim FBR PTL yang dipimpin oleh Koordinator kegiatan Dr. Joko Prayitno, M,Sc. Tujuan dari rapat ini adalah memerinci kegiatan-kegiatan yang rencannya akan dilkaukan pada tahun 2019 terkait dengan pengoperasian FBR 5.000 liter. Beberapa hasil rapat yang perlu dilaporkan adalah :

  1. Telah disepakati bahwa tim PTL-BPPT telah menunaikan semua tanggung jawab sesuai dengan kontrak kegiatan FBR yang berakhir pada bulan Desember 2018. Laporan akhir dari keseluruhan termin juga telah diserahkan ke pihak Pusyantek selaku perantara kegiatan kerjasama ini.

  2. Pihak Pertamina memandang perlu untuk melanjutkan kegiatan operasional FBR 5.000 liter dengan melibatkan tim PTL.

  3. Kegiatan kerjasama tahun 2019, difokuskan pada upaya menstabilkan operasional FBR dengan meminalkan perubahan konstruksi.

Pembahahasan kegiatan FBR tahun 2019

 

 

2.8    Kegiatan FGD untuk Penyusunan Master Plan Bantargebang

 

Pada tanggal 27 November 2008, Dr. Sri Wahyono diundang sebagai narasumber FGD Penyusunan Master Plan Bantargebang yg diadakan Bappeda Kota Bekasi. FGD tersebut merupakan FGD lanjutan yg membahas tentang penyusunan program-program terkait dengan dampak lingkungan yang dialami oleh masyarakat yg bermukim di sekitar TPST Bantargebang. Keberadaan TPST Bantargebang mengakibatkan dampak lingkungan  seperti pencemaran air, udara, dan tanah. Program yg disusun dalam beberapa tahap tahunan beserta penganggarannya meliputi program kesehatan, kebersihan lingkungan, pendidikan, air bersih, permukiman, mata pencaharian, dan kelembagaan. FGD dihadiri oleh tokoh dan LSM di sekitar Bantargebang dan LKPD terkait di lingkungan Pemkot Bekasi.

 

Kegiatan FGD untuk Penyusunan Master Plan Bantargebang